Wednesday, December 29, 2010

Inside AdSense: And a happy new year!

Inside AdSense: And a happy new year!: "A merry end to the holiday season from your friends in AdSense! A few of us from our North America team are pictured below to send some addi..."

Wednesday, December 22, 2010

10 Tips for Successful People Personality

By: Mr. Jennie S. Bev, who was a consultant, entrepreneur, author and educator living in San Francisco Bay Area and he is an Indonesian who "successfully" compete on the climate of "tight" American.

He put forward the 10 elements of a successful personality (both in terms of financial and performance) are based on her social and communication with the billionaire and a successful entrepreneur.

Ten attitude that should belong to it are as follows:

First, the courage to take the initiative:

The actual strength is no longer a secret to the success of people terknenal ie they always have great ideas!

Just look: A Donald Trump a "worldwide" due to its superiority in the field of Real Estate originally stood the test of the status of bankrupt and ultimately predicated King Real Estate, is an example of a genius and daring initiative.

We certainly know the TV series The Apprentice, Miss Universe contest, Free University named, even in his home country doll Donald is an icon and best-selling product in addition to the books of his bestseller. And the initiative is the wealth of all people, live people that want or not to take the initiative put forward its ideas.

Second, on time:

A sure thing for everyone in this world without exception is that we have the same amount of time ie 24 hours a day. A person who keep their promises and on time shows that he is a man who has the ability to organize / manage something that is most limited.

Ability to attend as promised is the key to all success, especially success in business and interact. Giving more attention to time is a reflection of respect for ourselves and our colleagues and partners.

Third, Glad to serve and give:

A successful formula of many successful people are able to lead, but an additional attribute of leadership is the habit of serving and giving.

"The more you give to others, the more respect you get in return"

And, sincerity is the key to this trait. Other goodness will continue to flow without stopping when we are able to give and serve with sincerity. It may be practically as bonuses alone!

But, at least by giving and serving means showing to friends, colleagues and our colleagues how successful we are making people more confident partner and associate with us.

Fourth, the Open yourself first:

Perhaps we've met people who always want to know about other people's private things, but he continued to shut himself for his true identity is not open.

They usually live in fear and suspicion, and always prejudiced to anyone he encountered. This attitude is the element that is not owned many successful people.

Trust and generosity to open up to the other person is a mirror that we are comfortable with yourself, then nothing needs to be covered, that is sought by the true partner and most of us would agree that not many people are willing to work with a mysterious man, right right?

Fifth, Glad to work together and establish a good relationship:

The ability to work together in teams is one of the main keys to success.

Again we take the example of Donald Trump. In the TV series The Apprentice, Trump has a team of loyal and become an extension of her hand in finding candidates "confidant" new.

In the end, Trump will have a team of very loyal and visionary same as creating a good network, so that the road to success is more wide open.

Sixth, Glad to learn new things:

Ciputra and Bakrie is a person who can be regarded as a success in the field of commerce. But when they founded the university, whether they move as an educator? Or they own is actually a professor? Obviously not, they remain an entrepreneur, but with his penchant to find new things and apply them directly, then the world wide wide open for him.

The business world is like as a place to play that laus and unlimited. So glad to learn and find new things is an attitude of success.

Seventh, rarely complains, professionalism is the most important:

Lance Armstrong once said, "There are two Kinds of days: good days and great days."

There are only two kinds of days: a good day and a very good day. It is good if we do not ever complain, even though one day maybe we will fall and fail.


Because every time you fail, it is an opportunity for us to learn to overcome failure itself so it does not happen again in the future. Day in which we fail to remain as a good day (good day).

Eighth, dare to risk:

Clearly, without this there is no chance at all to lead to success. Virtually every day we run the risk, although not fully realized.

The risk is only going to result in two kinds: some of a good or a great day. So, so nothing to worry about anymore is not it?

Failure was simply an opportunity to learn to not repeat the same thing later in life and certainly the threshold to success will be closer.

Ninth, not showing fear (think positive all the time):

Positive thinking is the environment or the default state in which the whole of existence we are.

If we use negative thoughts as the default state, then all our actions will be based on this (fear or anxiety). With positive thoughts, then our actions will be guided by positive vibration, so that positive things will more likely.

The more positive we are addressing the obstacles, the better chance we find a solution to these obstacles.

Tenth: "comfortable in Their Own Skin" Close-up of something and make it look "better" than his interlocutor.

Ever met a successful person of low self-alias is not comfortable with themselves? Nothing of course.

Leisure be yourself do not need to be covered up so that the speaker was not offended because everyone has its own place in the world that can not be replaced by others. I was me, they are them.

By being myself, I would not disturb their existence. If they feel uncomfortable, it's not because of my personality, but due to a different mindset and kekurangmampuan them in achieving comfort with oneself.

Basic attitude of successful people mentioned above probably could be a harbinger and pave our steps to achieve success we dream, our lives are decided.

10 Kiat Kepribadian Orang Sukses

Menurut : Mr. Jennie S. Bev, yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan Beliau merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika.

Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses.

Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai berikut:

Pertama, Keberanian untuk berinisiatif :

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang!

Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Kedua, Tepat waktu :

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Ketiga, Senang melayani dan memberi:

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.

“The more you give to others, the more respect you get in return”

Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!

Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Keempat, Membuka diri terlebih dahulu:

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.

Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Kelima, Senang bekerja sama dan membina hubungan baik:

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.

Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru.

Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Keenam, Senang mempelajari hal-hal baru:

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Ketujuh, Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama:

Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”

Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.


Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Kedelapan, Berani menanggung resiko:

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.

Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan?

Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Kesembilan, Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat):

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.

Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Kesepuluh: “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.

Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.

Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

Manajemen Orang Lain dan Diri Sendiri

Suatu survei yang menanyakan faktor apa sajakah yang sering dikeluhkan seorang karyawan tentang atasannya menemukan 9 hal utama, yaitu: (1) sikap/tindakan yang seperti hakim, (2) sombong, (3) tidak dapat menunjukkan/memberikan penghargaan kepada karyawan, (4) tidak dapat atau tidak mau melihat/mendengar pandangan dari sudut yang lain, (5) tidak mempunyai jiwa kepemimpinan, (6) tidak terbuka dan tidak jujur, (7) tidak mampu mendelegasikan tanggung-jawabnya, (8) tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dan (9) bias, membiarkan emosi mempengaruhi keputusan-keputusannya.

Salah satu cara untuk menghindari hal-hal di atas adalah mulai mengatur (me-"manage") orang lain dan diri sendiri agar dapat bertindak secara asertif/tegas. Delapan tahapannya adalah sbb.:

1. Membangun kepercayaan diri
Percaya pada kemampuan diri sendiri. Mencintai diri sendiri dengan segala kekurangannya. Mampu menghargai keberhasilannya sehingga mampu pula menghargai keberhasilan orang lain.

2. Mampu mendengar secara aktif
Memberikan kesempatan orang lain berbicara tanpa harus dinilai dan mengarahkannya agar dapat mengatasi masalahnya sendiri sehingga memumuk kepercayaan diri orang lain

3. Berani mengambil resiko
Berani menyatakan pendapat, berani minta apa haknya, dapat mengekspresikan kemauannya, dan tahu seberapa jauh ia berani mengambil resiko tersebut

4. Dapat/berani mengatakan ‘tidak’
Berani menolak pekerjaan dari atasan/teman yang bukan tanggung-jawabnya atau pekerjaan yang tidak mungkin dilakukannya

5. Tahu cara memberikan kritik yang positif
Berikan kritik bersama cara memperbaiki kesalahan tsb.

6. Tahu cara menghadapi kritik
Ingat bahwa kesalahan anda tidak samadengan diri anda.

7. Tahu cara memberi sanjungan/pujian
Mendasarkan pujiannya pada pencapain tujuan, sesuai

8. Tahu apa yang ia inginkan sendiri
Bersikap fleksibel dan mau menyesuaikan diri dengan kepribadian karyawannya dan pada waktu yang tepat